Hi! nama saya Bahy Chemy Ayatuddin Assri, saya lulusan Magister Interdiciplinary Islamic Studies konsentrasi Kajian Timur Tengah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minat kajian saya yakni Politik Timur Tengah dan Islam Kontemporer. Saya menguasai penelitian kualitatif, ini dibuktikan dengan tulisan yang telah terbit di beberapa jurnal nasional terakreditasi. Motto saya yaitu dengan tulisan singkat, bisa merubah kehidupan yang signifikan. Deadline adalah kenyataan yang harus dihadapi dan dikuasai semaksimal mungkin. Dengan ini, saya berharap bisa mengisi formasi di bidang periset. Berikut adalah tulisan saya yang sudah terbit

Journal Article

Konflik Minoritas di Timur Tengah: Studi Kasus Konflik Etnis Kurdi Konflik Minoritas di Timur Tengah: Studi Kasus Konflik Etnis Kurdi

Tulisan ini berusaha memaparkan tentang akar konflik Etnis Kurdi Irak dan Suriah dengan menggunakan analisis teori Broken Windows. Teori yang digagas oleh kriminolog bernama George L. Kelling dan Cathrine M. Coles ini berusaha memaparkan sesuatu yang kecil, apabila tidak diperhatikan maka akan menimbulkan sesuatu yang besar. Sebuah epidemi akan menyebar tergantung kepada masyarakat dan lingkungan. Sama seperti apa yang terjadi dengan Etnis Kurdi di Timur Tengah. Kelompok ini mendapatkan perlakuan yang tidak adil oleh rezim setempat, sehingga epidemi akan kebebasan dan memiliki wilayah sendiri tersebar. Gelombang perlawanan terus dilancarkan, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Akhirnya sesuatu yang kecil bisa menjadi perkara besar, contohnya pasukan Kurdi di Irak dan Suriah memiliki pasukan yang sudah terlatih dan mereka memanfaatkan keadaan sekitar yang sedang kacau untuk melakukan referendum wilayah otonom. Artinya sesuatu yang kecil (gerakan perlawanan Etnis Kurdi) yang tidak terlalu diperhatikan, kemudian menghadirkan sesuatu yang besar (seperti pasukan Kurdi di Irak dan Suriah yang didukung oleh AS untuk melaksanakan referendum). Kata Kunci: Etnis Kurdi, Teori Broken Windows, Epidemi, Gelombang Perlawanan

Symbolic Patterns at George Floyd’s Death Demonstrations: A Linguistic Landscape Study

This article was aimed at revealing the symbolic patterns behind the demonstrations on George Floyd’s death in the United States. The death due to an abusive treatment of a police officer to the black person has resulted in public demonstrations across the country. Before the case, however, there have been numerous acts of racism to black people and it has been common in the United States. Some Americans still believe that white people is superior to black people. They resist the existence and development of black people’s culture by violating and discriminating black people rights in any circumstances. A research result has shown that black people are likely prone to death than the white ones. To study the symbolic patterns of the demonstrations, the researcher used Charles Sanders Pierce’s semiotic theory. Additionally, linguistic landscape approach was also employed since te analysis involved the use of language in public spaces as a marker of human interactions in society. The method for analysis was descriptive-qualitative whose the textual data were collected from different online news media. The result shows that there were two dominant symbolic patterns coming from.the demonstrations, namely justice and satire patterns. The former demanded fair treatments to black people whereas the latter accused the police as the mastermind of all the violence and discrimination to black people. Keywords: demonstration, black people, symbolic patterns, linguistic landscape

Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat terhadap Iran Selama Pandemi Covid-19

Tulisan ini bertujuan menganalisis kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terhadap Iran selama pandemi Covid-19. Sebelum era pandemi, AS telah memberlakukan sanksi terhadap Iran, antara lain berupa embargo pengeksporan minyak. Pandemi Covid-19 membuat Iran semakin dihimpit beban ekonomi dan kembali menuntut AS agar menghentikan embargonya. Namun, AS tidak mencabut sanksinya bahkan semakin memperketat sanksi tersebut dengan memasukkan beberapa perusahaan ke daftar hitam karena berbisnis dengan Iran. Analisis dalam artikel ini menggunakan pendekatan realisme, yaitu memandang bahwa tindakan setiap negara selalu terkait dengan aspek survival dan self-help yang memunculkan security dilemma. Penelitian ini bersifat kualitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder berupa dokumen dan artikel media massa. Temuan artikel ini adalah bahwa diperpanjangnya embargo AS terhadap Iran di masa pandemi merupakan bentuk survival AS, yaitu untuk menghalangi munculnya kekuatan nuklir baru di kawasan yang dipandang sebagai ancaman bagi AS. Kata Kunci: Covid-19, dilema keamanan, Iran, JCPOA, kebijakan luar negeri Amerika,realisme

Follow Me